Lewati ke konten utama

Kenapa Mata Bisa Silinder? Ini Penyebab Utamanya

kenapa mata bisa silinder

Pernahkah kamu merasakannya? Selesai maraton scrolling lini masa media sosial atau menonton serial favorit di kamar yang gelap sambil berbaring miring, tiba-tiba pandangan terasa agak buram. Ketika kamu mencoba melihat lampu jalanan di luar jendela saat berkendara malam hari, cahaya lampu tersebut tampak berpendar seperti bintang pecah atau memiliki garis cahaya yang menyilaukan. Banyak dari kita mengira ini hanyalah efek mata lelah biasa karena terlalu lama menatap layar gawai. Namun, kalau kondisi ini terjadi terus-menerus, pertanyaan besar pun mulai muncul di kepala sebenarnya kenapa mata bisa silinder?

Kondisi penglihatan yang kabur atau berbayang ini dikenal secara medis sebagai astigmatisme, atau yang lebih akrab di telinga masyarakat sebagai mata silinder. Masalah penglihatan ini bukan lagi hal yang asing di kalangan anak muda dan kaum urban. Gaya hidup modern yang serba digital membuat kita hampir tidak pernah lepas dari layar laptop maupun ponsel pintar dari pagi hingga larut malam. Tapi, apakah benar layar gawai adalah satu-satunya biang keladi? Mari kita bedah tuntas fakta medis di balik kondisi ini agar kamu tidak salah kaprah dan bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Apa Sih Sebenarnya Mata Silinder (Astigmatisme) Itu?

Sebelum kita jauh menyelami alasan kenapa mata bisa silinder, ada baiknya kita memahami dulu apa yang sebenarnya terjadi pada organ penglihatan kita. Secara sederhana, mata manusia bekerja layaknya sebuah kamera. Cahaya yang masuk ke dalam mata harus dibiaskan atau difokuskan oleh kornea (lapisan bening terluar mata) dan lensa mata agar jatuh tepat di satu titik fokus pada retina (bagian belakang mata) sehingga kita bisa melihat objek dengan jelas dan tajam.

Pada mata dengan penglihatan normal, bentuk kornea melengkung secara mulus dan simetris ke segala arah mirip seperti bentuk bola basket yang bundar sempurna. Berbeda halnya dengan penderita silinder (astigmatisme), struktur kornea atau lensa mata mereka menyerupai bentuk telur atau bola rugbi yang tidak simetris dan melengkung lonjong. 

Akibat bentuk yang tidak simetris ini, cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat dibiaskan ke satu titik fokus yang sama. Sebaliknya, cahaya tersebut menyebar ke beberapa titik yang berbeda di retina. Inilah alasan utama mengapa objek yang dilihat oleh penderita silinder sering kali tampak berbayang, berlapis, atau mengalami distorsi bentuk, baik saat melihat benda jarak dekat maupun jarak jauh.

Jadi, Kenapa Mata Bisa Silinder? Ini Penyebab Utamanya

Banyak orang yang salah mengira bahwa mata silinder adalah penyakit yang tiba-tiba muncul akibat kebiasaan buruk semata. Padahal, faktor anatomi dan genetik memegang peranan yang jauh lebih besar. Berikut adalah beberapa penyebab utama di balik kondisi tersebut:

1. Faktor Genetik atau Keturunan dari Keluarga

Penyebab paling dominan dan utama kenapa mata bisa silinder adalah faktor genetik. Jika salah satu atau kedua orang tuamu memiliki riwayat mata silinder, maka kemungkinan besar kamu juga akan mewarisi bentuk kornea atau lensa mata yang serupa. Kondisi ini sering kali sudah terbawa sejak lahir (kongenital), meskipun derajat keparahannya bisa bervariasi. Ada orang yang sudah menyadari silindernya sejak usia anak-anak, namun banyak juga yang baru merasakannya ketika memasuki usia remaja atau dewasa muda karena tuntutan aktivitas visual yang semakin tinggi.

2. Kebiasaan Mengucek Mata Terlalu Keras

Siapa di sini yang punya kebiasaan mengucek mata terlalu keras saat merasa gatal, kelilipan, atau sedang mengantuk berat? Hati-hati, kebiasaan sepele ini ternyata menyimpan bahaya tersembunyi! Mengucek mata secara agresif dan terus-menerus memberikan tekanan fisik yang konstan pada permukaan kornea. Tekanan mekanis ini lama-kelamaan bisa mengubah bentuk kelengkungan kornea secara permanen atau memicu penipisan jaringan kornea yang dikenal dalam dunia medis sebagai keratoconus. Jika kornea sudah menipis dan berubah bentuk, otomatis tingkat keparahan mata silinder akan meningkat drastis.

3. Riwayat Cedera, Trauma, atau Pasca Operasi Mata

Alasan lain kenapa mata bisa silinder adalah adanya riwayat trauma atau cedera fisik pada area mata. Benturan keras akibat kecelakaan, pukulan, atau goresan benda tajam pada permukaan kornea dapat meninggalkan jaringan parut (scar). Jaringan parut ini membuat permukaan kornea menjadi tidak rata dan mengganggu pembiasan cahaya. Selain itu, beberapa prosedur medis atau operasi mata tertentu juga bisa memengaruhi kelengkungan kornea secara struktural.

Baca Juga: Sering Pusing? Ini 5 Tanda Wajib Tes Minus Mata

4. Mitos vs Fakta: Benarkah Main HP Sambil Tiduran Bikin Silinder?

Ini adalah pertanyaan sejuta umat yang sering diperdebatkan. Jawabannya adalah secara langsung, posisi main HP sambil tiduran tidak serta-merta mengubah bentuk kornea mata anda menjadi silinder. Bentuk kornea ditentukan oleh faktor struktural dan genetik.

Namun secara tidak langsung, kebiasaan menatap layar ponsel sambil berbaring miring di ruangan gelap bisa memicu ketegangan mata yang luar biasa (digital eye strain) serta membuat mata menjadi sangat kering. Ketika mata kering, sensasi gatal dan mengganjal akan muncul, yang kemudian memicu kita untuk mengucek mata dengan keras. Nah, lingkaran setan inilah yang pada akhirnya bisa memperburuk atau memicu masalah pada kornea mata.

Tanda-Tanda Matamu Mungkin Sudah Mulai Silinder

Setelah mengetahui kenapa mata bisa silinder, kamu juga harus peka mengenali gejalanya sejak dini. Beberapa tanda umum yang sering dirasakan oleh anak muda meliputi:

  1. Penglihatan terasa kabur atau berbayang, baik saat melihat huruf kecil maupun objek di kejauhan.
  2. Muncul efek starburst atau cahaya lampu jalanan yang terlihat berpendar, pecah, atau memanjang seperti garis saat berkendara di malam hari.
  3. Sering mengalami sakit kepala bagian depan atau pusing setelah berjam-jam menatap layar komputer atau membaca buku.
  4. Sering memicingkan mata secara tidak sadar untuk memperjelas pandangan saat melihat papan tulis atau presentasi di kantor.

FAQ

Q: Apakah mata silinder bisa sembuh sendiri atau sembuh dengan mengonsumsi banyak wortel? 

A: Tidak bisa. Karena mata silinder berkaitan erat dengan bentuk anatomi atau kelengkungan fisik kornea, wortel atau suplemen vitamin A tidak akan bisa mengubah kembali bentuk kornea yang lonjong menjadi bulat sempurna. Vitamin A hanya berfungsi menjaga kesehatan fungsi retina dan sel saraf mata secara umum, bukan menyembuhkan silinder.

Q: Bisakah minus dan silinder terjadi secara bersamaan pada satu mata? 

A: Sangat bisa dan ini adalah kasus yang paling sering ditemukan di lapangan. Seseorang bisa mengalami rabun jauh (miopia) sekaligus astigmatisme (silinder) dalam waktu bersamaan. Nantinya, resep kacamata atau lensa kontaknya akan digabungkan menggunakan ukuran spherical (untuk minus) dan cylindrical (untuk silinder).

Q: Kenapa mata bisa silinder secara drastis saat memasuki usia dewasa? 

A: Perubahan bentuk kornea yang terjadi secara tiba-tiba dan drastis di usia dewasa biasanya dipicu oleh kondisi patologis tertentu seperti keratoconus, cedera fisik berat, atau infeksi kornea yang parah. Jika kamu mengalami perubahan penglihatan yang drastis dalam waktu singkat, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

Kesimpulan dan Solusi Terbaik

Mengetahui kenapa mata bisa silinder membantu kita untuk lebih bijak dalam menjaga kesehatan penglihatan sehari-hari. Faktor utama kondisi ini memang sudah diturunkan secara genetik, namun kebiasaan buruk seperti mengucek mata terlalu keras atau memaksakan mata menatap layar gawai tanpa istirahat dapat memperburuk keadaan. Jangan biarkan penglihatan yang berbayang menghambat produktivitas harianmu!

Jika kamu mulai merasakan gejala-gejala di atas atau ingin melakukan pemeriksaan mata yang akurat untuk mengetahui kondisi penglihatanmu secara presisi, pastikan untuk mendapatkan penanganan profesional. Kamu bisa langsung melihat berbagai pilihan produk kacamata dan lensa berkualitas tinggi melalui tautan Koleksi Produk Visa Optik. Selain itu, kamu juga bisa menjadwalkan pemeriksaan mata gratis serta berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli berpengalaman dengan mengunjungi jaringan toko offline terdekat di kotamu melalui halaman Store Lokasi Visa Optik. Jaga kesehatan matamu mulai hari ini agar dunia tetap terlihat jernih dan memesona!

Bacaan berikutnya

Semua artikel
Tanya Kepada Ahli